Andilan, Humas MTsN 5 Pasaman — 17 Juni 2026 —
Perkembangan dunia digital membuat media sosial jadi wahana publikasi utama. Madrasah tidak boleh ketinggalan.
Berangkat dari kondisi itu, Kepala MTsN 5 Pasaman H. Adrinofia, S.Pd., M.MPd., bersama jajaran menggelar Workshop “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta” dengan tema “Mengajar dengan hati, membimbing dengan kasih untuk generasi berkarakter”.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026 di Kafe Djongkong. Sebanyak 51 guru dan tenaga kependidikan MTsN 5 Pasaman mengikuti workshop ini. Tujuannya memperkuat mutu pembelajaran, menanamkan nilai kasih sayang, dan meningkatkan branding madrasah melalui kompetensi kehumasan.
Acara dimulai Rabu, 17 Juni 2026 pukul 07.30 WIB. Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan Al-Qur’an, Lagu Indonesia Raya, Mars Kemenag, dan Hymne Madrasah. Kepala Madrasah H. Adrinofia dalam sambutannya menyampaikan, workshop ini langkah penting menghadirkan pendidikan yang kuat dalam ilmu, lembut dalam sikap, dan berkarakter dalam tindakan.
Kegiatan resmi dibuka Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman H. Rali Tasman, S.Pd., M.Pd. Beliau menegaskan, madrasah harus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai luhur yang menjadi jiwa pendidikan. Beliau juga berpesan khusus kepada seluruh guru: “Seorang guru tidak boleh mengatakan ‘kamu bandel’, ‘bodoh’, atau kata kasar lain kepada peserta didiknya. Karena perkataan seorang guru adalah doa untuk peserta didiknya. Ucapkan kata baik, maka kebaikan pula yang akan tumbuh pada anak didik kita.”Ujar Beliau.
Sesi pertama pukul 09.00 WIB diisi tentang kebijakan dan pembinaan pendidikan madrasah oleh H. Rali Tasman. “Pendidikan madrasah harus menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga ruh keislaman, akhlak, dan pelayanan terbaik kepada peserta didik,” katanya.
Materi inti “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta” disampaikan Pengawas Madrasah H. Jonizor, S.Pd., pukul 10.00 WIB. “Mengajar dengan cinta berarti melihat setiap anak sebagai amanah yang dibimbing dengan empati, kesabaran, dan penghargaan terhadap potensi mereka,” ujarnya.
Setelah istirahat, pukul 13.00 WIB peserta mendapat materi kehumasan dari Pranata Humas Ahli Muda Kemenag Pasaman M. Yusuf Ainul Sabri, S.H. Materinya meliputi publikasi media sosial, komunikasi, dan pelayanan publik.
Yusuf menekankan guru adalah humas madrasah yang menggambarkan dinamikanya. Guru adalah etalase yang merepresentasikan kualitas, prestasi, dan nilai pendidikan lembaga. “Guru adalah juru bicara langit. Melalui keteladanan, tutur kata, dan sikap sehari-hari, guru menjadi etalase kehumasan madrasah paling nyata. Berita madrasah tidak harus kaku, tapi harus hidup, komunikatif, dan menampilkan bagaimana guru mengajar dengan hati,” jelas Yusuf.
Para guru dan tenaga kependidikan menunjukkan semangat tinggi menggali ilmu kehumasan. Dengan kompetensi itu, mereka bisa menyusun strategi komunikasi efektif, meningkatkan prestasi peserta didik sebagai brand image, dan menjadi brand ambassador madrasah.
Kepala MTsN 5 Pasaman H. Adrinofia berharap, guru dan tenaga kependidikan bertambah kompetensi di bidang Kurikulum Berbasis Cinta dan kehumasan. “Ini akan menerbitkan mentari cerah untuk kemajuan MTsN 5 Pasaman dan mutu pendidikan anak negeri Duo Koto,” tutupnya.
Workshop ini menjadi momentum MTsN 5 Pasaman memperkuat kompetensi pendidik, menghidupkan pendidikan berbasis cinta, meningkatkan kompetensi kehumasan, serta membangun citra positif dan pelayanan kepada masyarakat.
— Humas MTsN 5 Pasaman _

